Monday, July 21, 2008
DEMENTOR (copy paste eniweh)
di copas dari milis dare darou :



buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor.
Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah...

"Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They
infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair,
they drain peace, hope, and happiness out of the air around them...
Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory
will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you
long enough to reduce you to something like itself...soul- less and
evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your
life." [harry potter wikia]

Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat
hidup manusia sampe bisa jadi putus asa.

Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada
dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali.
Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang
mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka,
di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja
duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri
karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu
bertuliskan "BOSS".

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para
Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada
guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja
kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi
Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain
berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan
ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan
dampak penularannya sangat merugikan. Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?
Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita
sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri
sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa
diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin
tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Kenali Dementor sejak dini
Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa
menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali
adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi
yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada
solusinya.

Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah,
mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya 'seru' dan 'hore'
jadi ngedrop dengan curhatan-curhatanny a.

Contoh:
"Eh si X baru beli HP lho!" kata seseorang
"Oh ya, apa merknya?" sambut yang lain antusias
"Sony Ericsson, kalo nggak salah"
"SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE
baru sebentar udah rese gini batrenya... blablabla... mana harga
jualnya cepet jatuh... blablabla... mau beli lagi nggak ada duit...
blablabla... apa-apa sekarang mahal... blablabla... gaji nggak
naik-naik... "
Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba
merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu
tadi: ngedrop.

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak
peduli sebagus apapun keadaannya.

Kalo mau dibilang sebagai 'bakat', memang kemampuan Dementor yang satu
ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum
atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa
selalu mampu menemukan celanya.

Contoh:
"Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng
sekali ya... udah gitu keliatannya baik, lagi."
"Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho..."
"Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu
kuliah dulu."
"Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan
tinggi, kan?"
"...kalo tidur pasti ngorok kaya babi," kata sang Dementor merusak
suasana.

3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian
rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan
bicara menjadi sungkan.

Contoh:
"Hai, gue denger abis pindah rumah ya?"
"Iya nih, biasa... pinjeman dari kantor..."
"Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak
mulu..."
"Oh..."
"Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas,
gimana mau nabung buat beli rumah?"
"Ehm... tapi..."
"Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh
rasanya... Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak..."
"Eh... permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?"

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain.

Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya,
semakin giat upayanya untuk memadamkan.

Contoh:
"Gue mau coba bisnis baru nih!"
"Bisnis apa?"
"Jualan baju anak-anak"
"Yahhh... hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan
baju udah segambreng?"
"...tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!"
"Alaaah... unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran.
Liatin aja!"
"Euh... gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho..."
"Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu.
Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan
dibawa kabur orang..."
dst dst dst.

Kiat menghadapi Dementor
Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada
di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah
jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Ujung Kulon
kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket
mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular!

Checklist Dementor
Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi
nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa
setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang
menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional,
sebelum terlambat.

* Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue
* Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue
* Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau
bulan depan masih bisa hidup atau enggak
* Gue nggak tau gue ingin jadi apa
* Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada
kantor lain yang mau nerima
* Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
* Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
* Dari dulu memang gue ditakdirkan apes
* Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
* Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya
gini sekarang
* Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
* Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain
susahnya hidup gue, sih.
* Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma
segitu-segitu aja
* Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro
refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
* Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru
* Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue
* Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo
butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras
* Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya
* Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
* "7 Habits"-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa
berlaku di sini
* Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
* Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan bagi para Dementor
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes
sedunia.

Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus
mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho.
Apa iya lo sehebat itu?
posted by choro ajah @ 5:23 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
About Me


Name: choro ajah
Home:
About Me:
See my complete profile

Previous Post
Archives
Links